Month: July 2013

Malala Yousafzai

Aside Posted on

Malala Yousafzai

“We believe in the power and the strength of our words. Our words can change the whole world because we are all together, united for the cause of education” Malala

Malala Yousafzai seorang gadis aktivis pendidikan asal Pakistan berusia 16 tahun yang bertahan hidup akibat luka tembak yang di deritanya karena berjuang untuk sekolah perempuan di Pakistan. Seorang anak gadis yang menggambarkan perjuangan perempuan dan anak- anak yang mengalami perjuangan dalam memperoleh pendidikan. Bagi seorang Malala pendidikan harus di perjuangankan dengan taruhan nyawanya. Pendidikan baginya sama dengan nyawanya sendiri, bahkan dia rela memperjuangkan dengan taruhan nyawa.

Di dunia yang semakin mengglobal pengorbanan dan semangat juang yang ada dalam diri Malala merupakan contoh dalam memperjuangan pendidikan. Seberapa besar arti pendidikan bagi anak terutama kaum perempuan ? Jelas pendidikan merupakan kunci menggapai hidup yang lebih baik. Kehidupan ekonomi akan meningkat seiring dengan tingginya pendidikan .

Refleksi bagi kalangan pendidik maupun pengambil kebijakan yang sering menganggab remeh pendidikan dengan bekerja tidak maksimal, kebijakan yang tidak cerdas, tidak tuntas belum lagi korupsi. Ketika nilai dari pendidikan masih dianggap rendah dalam perspektif seseorang maka pekerjaan yang di percayakan tidak akan dilakukan maksimal bahkan di gunakan untuk transaksi politiknya ( contoh kampanye pendidikan gratis ).

Akses pendidikan merupakan salah satu mimpi Malala demikian pula bagi banyak orang di Asia dan Afrika. Pendidikan masih belum terjangkau ibarat mimpi bagi mereka karena situasi politik, situasi ekonomi yang tidak menunjang.
Pendidikan tentunya merupakan jalan memerangi kemiskinan ,semakin tinggi maka peluang untuk sejahtera semakin besar. Untuk saudaraku di Papua maupun tempat lain yang mengalami konflik, keterbatasan sarana dan akses pendidikan semangat dan tekad yang kuat tetap merupakan modal keberanian , semua manusia harus berjuang bersama- sama untuk mewujudkan pendidikan . Situasi keamanan dan kondisi HAM yang tidak menentu, kondisi ekonomi di Papua merupakan tantangan tapi tidak boleh menghalangi untuk mimpi pendidikan . Pendidikan yang mengajarkan cinta kasih dan perdamaian , yang membebaskan dari segala stigma dan pembodohan merupakan suatu yang pantas di perjuanngkan dan seharusnya diperjuangkan. Malala memberi contoh keberanian untuk tetap bertahan dan berjuang mempertahankan mimpi pendidikan melawan penindasan , pembodohan yang di lakukan pihak yang tidak ingin orang lain maju.